Pengembangan Karir – Atasan Plin Plan

Pengembangan Karir – Atasan Plin Plan

pengembangan karir atasan plin plan

Pengasuh yang terhormat. Saya, 30 tahun, bekerja di bagian operasional perusahaan pelayanan publik milik negara. Saya menghadapi problem yang menurut saya cukup serius. Saya punya atasan yang tidak bisa bersikap tegas. Maksudnya begini, jika saya minta pertimbangan suatu hal, ia sering tidak menyetujui. Banyak pertimbangan dan sepertinya takut mengambil risiko. Tapi nyatanya setelah cabang lain melakukan aktivitas seperti usulan saya dan terbukti berhasil, baru ia memperbolehkan dijalankan. Tapi bukankah sudah terlambat. Kejadian demikian sering berulang dan sangat berpengaruh terhadap kinerja saya. Karena sering ketinggalan kereta. Saya sendiri jadi geregetan karena mestinya mampu melakukan, tapi akhirnya sering hanya jadi penonton.

Sementara teman-teman lain sepertinya bisa menerima kebiasaan atasan yang demikian. Nampaknya hanya saya yang merasa tidak suka dengan situasi sekarang. Bisa Ibu bayangkan bagaimana tidak enaknya punya atasan plin plan, sementara di sisi lain, saya punya ide-ide yang tidak bisa direalisasikan. Saya hanya bisa bertahan agar segera bisa mutasi, apakah atasan atau saya. Sementara itu apa yang harus saya lakukan? Terima kasih atas solusinya, Bu.  Ghani, Mojokerto

Jawaban:

Sdr. Ghani, saya memahami kondisi Anda. Sebagai orang muda yang memiliki ambisi dan kreativitas yang tinggi, Anda mengharapkan gebrakan-gebrakan dinamis dan kreatif dalam pekerjaan Anda. Ini memang sesuai dengan irama jiwa orang muda. Namun karena terbentur dengan sistem dan karakter atasan yang sedikit membatasi gerak Anda, Anda tidak dapat mengekspresikannya dalam pekerjaan sekarang. Anda merasa atasan menghambat karir Anda, terlalu kaku, dan mungkin lambat bertindak.

Dalam bekerja memang seringkali kita tidak dapat memilih situasi atau kondisi yang pas dan dapat memuaskan keinginan kita. Memasuki lingkungan kerja, kita akan berhadapan dengan tuntutan pekerjaan, rekan kerja, atasan dan lingkungan yang bervariasi, yang terkadang di luar prediksi. Seperti yang terjadi pada Anda, tidak salah jika Anda mengharapkan punya atasan ideal yang dapat tegas bersikap, selalu mempunyai visi ke depan dan dapat memotivasi bawahannya. Kenyataannya, tidak semua pimpinan adalah pemimipin yang punya kualitas baik.

Pengangkatan atau penunjukan pimpinan tidak selalu berdasarkan kualitas pribadi dan atau kualitas manajerial yang dimiliki. Pimpinan bisa saja menjabat karena penunjukan atau juga senioritas, Jika yang terjadi demikian, maka jangan berharap terlau banyak terhadap kualitas kepemimpinannya. Mungkin yang terjadi di perusahaan Anda demikian. Karena itu tidak ada pilihan kecuali menerimanya. Tapi bukan berarti Anda harus berdarah-darah dipimpin seorang yang demikian. Justru dengan kekurangan yang dimiliki pimpinan, Anda mempunyai peluang untuk menjadi orang yang dapat diandalkan oleh perusahaan.

Jangan patah arang, cobalah untuk mengambil kesempatan di mana kondisi pimpinan kurang tegas justru berbalik dapat mempercayai Anda untuk melakukan gebrakan-gebrakan penting. Bukan berarti Anda akan menelikung atau melakukan sesuatu yang negatif. Tetapi mencoba menunjukkan bahwa jika usulan Anda dijalankan, maka manfaat yang akan diperoleh adalah bagi keberhasilan seluruh tim. Karena itu pula harus dipastikan juga Anda sendiri harus punya kualitas tersebut.

Seorang yang kurang tegas mengambil keputusan, biasanya membutuhkan data, fakta atau jawaban tentang situasi terkait dengan keputusan tersebut. Karena ia tidak atau belum dapat melihat kemungkinan yang akan terjadi, dan tidak dapat menghitung risikonya, maka ia perlu waktu lama untuk mempertimbangkannya. Yang demikian ini memang menjengkelkan bagi bawahannya. Karena akhirnya banyak keputusan yang digantung tanpa kepastian dan bawahan melihat atasan hanya mengamankan posisinya.

Karena itu, pastikan jika Anda akan mengajukan usulan lagi, sertai dengan data-data/fakta-fakta yang berkaitan dengan implementasinya serta kemungkinan kesulitan pelaksanaannya. Begitu pula  dampak/akibat dari pelaksanaan usulan tersebut. Jika mungkin lengkapi dengan juga dengan beberapa alternatif kemungkinan dampak terburuk. Ini penting agar pimpinan benar-benar siap mental dan melihat kemungkinannya akan sampai kesana. Tapi jangan berhenti sampai di situ saja, karena dampak buruk pasti adalah sesuatu yang tidak diharapkan dan pasti mengerikan. Karena itu siapkan juga alternatif jalan keluarnya.

Jika Anda mengatakan pernah mengajukan usulan dan kemudian terbukti berhasil dijalankan orang lain, cari kesempatan untuk mendekati atasan di luar kesibukan pekerjaan. Misalnya pagi hari atau sore hari selepas jam kerja, dimana kondisi seseorang biasanya lebih rileks dan belum terbebani masalah rutinintas pekerjaan. Mintalah kesempatan untuk membuktikan bahwa usulan atau rencana Anda selanjutnya boleh dijalankan. Dengan data lengkap seperti di atas, kemungkinan besar pimpinan bisa melihat dampak secara keseluruhan bagi unit / cabang Anda. Biarkan dia juga melihat bahwa dia juga akan mendapatkan “nama” karena keberhasilan tersebut.

Dengan tetap bersikap santun dan menghargai atasan, saya yakin ia akan menaruh kepercayaan pada Anda. Dan jika satu proyek usulan itu berhasil berjalan seperti rencana Anda, saya yakin dalam urusan-urusan lain yang menjadi keahlian Anda, selanjutnya ia akan menyerahkannya penuh kepada Anda. (*)

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.