Pengembangan Karir – Atasan Tidak Favorit

Pengembangan Karir – Atasan Tidak Favorit

pengembangan karir atasan tidak favorit

Ibu Novi, sebelumnya saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Saat sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan jasa. Saya punya atasan dimana orangnya kurang familiar dengan bawahan yang lain. Jika saya perhatikan, dibandingkan dengan manajer yang lain, orangnya memang lebih serius dan tidak banyak bicara. Dia memang sangat pandai dalam urusan teknis kerja, intinya sangat menguasai A-Z urusan kerja. Tetapi masalah hubungan dengan orang, nampaknya ia sangat membatasi apalagi hubungan / interaksi dengan bawahannya. Ini juga dirasakan oleh teman-teman yang lain dalam satu bagian. Mungkin ia jaga jarak agar nampak tetap dihormati oleh bawahannya.

Tetapi yang saya amati, justru karena dia menjaga jarak sedemikian rupa sehingga teman-teman justru tidak mau terbuka dengan dia. Pernah satu teman mengundurkan diri, eh dia cuma bilang “ Ya sudah, selesaikan tugas dari saya… lalu segera buat serah terima…” Langsung saja teman tersebut kaget dan merasa sangat tidak dibutuhkan. Ia heran mengapa tidak dicoba digali alasan mau keluar, justru seakan kehadirannya tidak diharapkan lagi.

Padahal manajer divisi lain tidak membatasi hubungan dengan bawahannya. Tanpa menjaga jarak pun bawahannya juga tidak ada yang kurang ajar. Mereka justru akrab satu dengan yang lainnya, suasana lebih riang, tidak serius dan terasa banget kebersamaannya. Dalam pengamatan saya, ia sebenarnya juga bukan orang yang kejam dan jahat. Tetapi melihat kelugasan dan kekakuan caranya, situasi kerja jadi terasa kurang harmonis dan seakan ada gap. Teman-teman serius ketika dia ada, tapi di balik itu mereka membicarakannya. Seringkali ketika makan siang di ruang makan, teman-teman bergerombol satu meja, sementara ia dibiarkan duduk sendirian…

Saya dan teman-teman terus terang menginginkan suasana kerja jadi menyenangkan dan sersan (serius tapi santai). Sehingga kerja jadi bergairah, tidak tegang seperti sekarang. Tapi apa yang harus saya lakukan? Rasanya juga tidak mungkin meminta atasan untuk berubah. Bisa-bisa malah saya yang diperingatkan dia. Karena itu, mohon  masukan terbaiknya, Bu.                                                                                      .              Ifa. Surabaya

Jawaban:

Selamat berpuasa juga, semoga kita semua diberi kekuatan agar dapat menjalankan ibadah ini dengan sempurna. Ifa, saya bisa membayangkan jika Anda bekerja di perusahan  bergerak bidang jasa, maka kebanyakan karyawannya adalah seorang yang people oriented. Karena itu juga Anda membandingkan  atasan Anda dengan manajer dari divisi lain, yang menurut Anda lebih popular.  Tapi jangan lupa bahwa karakter manusia sangat beragam. Masa kecil dan pengalaman yang mereka terima sepanjang hidup membentuk sifat dan karakter mereka menjadi seperti yang Anda lihat sekarang.

Bekerja dengan rekan kerja yang kompak dan atasan yang dapat menyelami kebutuhan bawahan adalah harapan ideal semua orang. Seperti juga harapan atasan, mempunyai anggota tim kerja yang penuh inisiatif dan tanggap serta dapat diandalkan. Tapi nampaknya tidak seorang pun bisa beruntung berada dalam kondisi ideal seperti ini.   Selalu ada saja kondisi yang tidak sesuai dan terkadang menghambat terpenuhinya situasi tersebut.

Anda masih beruntung karena atasan Anda bukanlah seorang yang mempunyai karakter sulit. Saya hanya melihat bahwa ia memang mempunyai karakter dimana orientasi hubungan pada orang lain bukanlah fokus utama dirinya. Ia mendapatkan energi justru dari ketenangan dan keseriusannya dalam melakukan sesuatu. Baginya keberhasilan adalah jika suatu pekerjaan berhasil dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan prosedur.  Seorang yang demikian biasanya lebih berfokus pada hasil.

Karena orientasi yang demikian,  maka urusan harus beramah-ramah dan memahami orang lain serta memperhatikan mereka menjadi prioritas berikutnya. Ini yang Anda tafsirkan dengan kurang bisa bersosialisasi, padahal sebabnya hanya beda orientasi. Seiring dengan perkembangan kematangan pribadi dan karir seseorang, untuk memenuhi tuntutan pekerjaan sebagai manajer, ada orang yang dapat memahami kebutuhan peran tersebut dan kemudian menyesuaikan diri  sehingga mereka tidak hanya berorientasi pada urusan teknis kerja. Orientasi jadi bergeser pada bagaimana agar mereka bisa mengelola tim kerja jadi lebih “hidup” dan efektif. Ada juga seorang yang karena kebiasaan, mereka tetap menggunakan gaya kerja yang selama ini digunakan. Nampaknya yang demikian ini yang terjadi pada atasan Anda.

Anda harus bisa melihat sisi positif dan negatif dari sifat atasan Anda tersebut, sehingga tidak merasa terbebani dengan kondisi yang ada sekarang. Orang dengan karakter yang berorientasi pada hasil biasanya akan berusaha menuntut dirinya sendiri dan orang lain berusaha keras untuk mencapai hasil yang optimal. Dia akan bersikap serius pada saat hasil yang diharapkan masih jauh untuk diwujudkan. Sebaliknya juga menuntut orang lain bersikap serius. Namun demikian seperti yang Anda katakan bahwa atasan tidak terlalu hangat terhadap orang lain, namun bukan anti social. Sehingga masih dimungkinkan Anda dapat membina hubungan yang lebih dekat dengan atasan. Caranya antara lain dengan bersikap proaktif untuk melakukan pendekatan pada saat-saat proyek / tugas yang ditangani atasan Anda tidak terlalu padat. Karena pada saat demikian ia bisa merasa santai dan tidak keberatan menerima pendekatan orang lain.

 Agar Anda tidak merasa bekerja sendiri untuk melakukan pendekatan terhadap atasan, maka pelopori untuk melakukan pendekatan dengan cara membuat acara kebersamaan. Seperti bulan puasa ini Anda bisa berinisiatif untuk menyelenggarakan buka puasa bersama dengan mengatur tempat duduk sedemikian rupa yang bisa menghilangkan batasan atasan bawahan. Disaat lain Anda juga bisa melakukan kedekatan dengan mengajak atasan Anda menghadiri acara ulang tahun rekan-rekan sekantor. Dengan seringnya Anda dan teman-teman mengajak atasan bersama-sama, maka ia lebih merasa dekat dengan bawahannya, sehingga akan lebih memperhatikan  lingkungan daripada sebelumnya. Namun perlu diingat, Anda jangan mengharapkan kedekatan yang terlalu hangat. Seorang dengan tipe seperti itu tetap bisa akrab dengan orang tertentu, biasanya dengan orang-orang yang bisa bersikap wajar kepadanya dan tanpa canggung mengadakan pendekatan kepadanya. Semoga saran di atas cukup membantu. Good luck, Ifa.(*)

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.