Pengembangan Karir – Bimbang Memilih Profesi

Share Social

Pengembangan Karir – Bimbang Memilih Profesi

pengembangan karir bimbang memilih profesi

Saya berasal dari keluarga dimana ayah seorang yang berprofesi sebagai lawyer, dan ibu sebagai Ibu Rumah Tangga. Saya anak ke 3 dair tiga bersaudara. Kakak pertama saya bekerja sebagai disainer grafis, sesuai latar belakang pendidikan di bidang teknik komputer. Kakak saya nomor dua lulusan fakultas Hukum tetapi memilih bidang jurnalistik, sekarang bekerja di sebuah harian terkenal di Jakarta.

Saya sendiri telah lulus kuliah dua tahun lalu dari jurusan Hukum sebuah PTN di Jawa Timur. Saya berminat pada bidang penjualan dan karenanya ingin meniti karir di bidang ini. Saya anggap bidang ini sangat dinamis selain juga lapangan kerjanya sangat luas dengan produk bervariasi.

Yang menjadi masalah adalah orangtua saya sangat mengharapkan salah satu dari anaknya meneruskan profesinya, selain karena menurut ayah profesi tersebut cukup bergengsi. Dan sekarang tidak satupun dari anaknya yang  nampaknya berminat pada bidang ini. Untuk meminta kedua kakak saya pindah haluan nampaknya sulit. Saat sekarang ini saya masih tinggal serumah dengan orang tua. Akhir – akhir ini saya sering mendengar ayah saya menginginkan sayalah yang meneruskan cita – cita beliau. Tetapi saya merasa kurang menyukai bidang  hukum. Sudah pernah saya sampaikan keberatan ini. Beliau diam saja tetapi saya tahu sangat kecewa.

Bagaimana ini Bu, satu sisi saya ingin menyenangkan orangtua tetapi saya sangat tidak menyukai pasal – pasal dalam ilmu hukum yang menurut saya saklek dan mengikat; berlawanan dengan jiwa saya yang menginginkan kreatifitas dan dinamika. Dan lagi nampaknya pasar juga sudah jenuh dengan lulusan tenaga hukum. Saya takut jika saya paksakan terjun ke bidang ini malah membuat saya sangat menderita lahir batin. Tetapi menurut Ibu, apakah jika seseorang yang pada awalnya tidak mempunyai minat tetapi karena  ditekuni dapat juga berhasil ? Terima kasih atas kesediaannya mendengarkan keluh kesah saya.                                                                                Thomas, Surabaya

Jawaban :

Sdr. Thomas, beruntunglah Anda dapat mengenali kekuatan diri Anda. Kekuatan diri ini jika dipupuk dan kontinyu ditingkatkan akan membuahkan hasil yang luar biasa. Kesuksesan seseorang dalam pekerjaannya, tergantung pada minat terhadap pekerjaan tersebut, fokus terhadap pekerjaan itu sendiri, doa dan sisanya faktor keberuntungan.  Anda nampaknya juga menyadari bahwa tidak ada orang tua yang bermaksud atau punya tujuan buruk bagi anaknya. Terbukti Anda masih mencoba mempertimbangkan permintaan orang tua untuk beralih profesi.

Sangat wajar jika dorongan emosi karena kesuksesan yang telah didapat orang tua  mengarahkan mereka untuk mewariskan kepada anaknya. Namun kembali lagi, apakah Anda memang bisa menerima beberapa perbedaan yang mendasar dari profesi bidang hukum dan  sales/marketing. Profesi lawyer menuntut seorang yang punya tipe kepribadian patuh dan teguh memegang ketentuan / peraturan. Karena peraturan universal itu yang menjadi dasar dari segala keputusan yang dibuat. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam profesi ini, terutama kejelian untuk mengetahui titik kelemahan suatu permasalahan.

Kedua bidang ini juga menuntut seorang yang mempunyai kemampuan analisa baik selain juga kemampuan persuasif. Hanya saja cara pendekatan yang digunakan agak berbeda.  Jika sales/marketing, kemampuan melakukan pendekatan lebih ke arah persuasif verbal daripada persuasif analitis. Sales/marketing pendekatannya lebih bersifat langsung / personal  dan memasarkan produk/jasa. Sedangkan lawyer lebih mengarah kepada sistem dan “menjual”  bantuan konsultasi hukum. Jadi yang beda adalah materi yang dijual.

Carilah kesempatan yang bagus lalu bicarakan dengan orangtua mengapa Anda sangat tidak berminat pada bidang hukum. Mungkin juga selama ini orangtua melihat bahwa Anda belum menunjukkan “hasil” di bidang penjualan sehingga orang tua berusaha mengarahkan Anda terhadap bidang yang sangat dikuasainya. Karena itu coba evaluasi lagi keseriusan Anda menekuni bidang penjualan. Logikanya, jika sesuatu dilakukan dengan fokus dan keseriusan, orang lain juga akan dapat melihat bahwa Anda menikmati dan akan memanen hasilnya. Hanya saja Anda harus juga siap dengan konsekuensinya agar hasilnya membawa kebaikan bagi kedua pihak. Karena jika tidak, maka akan lebih buruk. Si anak – Anda — yang tidak berhasil akan menderita,  dan orang tua yang menyaksikan kegagalan itu pasti juga akan kecewa.

Tentang bidang kerja yang penuh, sebenarnya tidak akan pernah suatu bidang atau pekerjaan terlalu penuh bagi orang – orang yang punya semangat besar untuk sukses. Memang benar secara kuantitas bidang hukum nampaknya penuh, tetapi jika berbicara dengan para pengguna jasa lawyer dan masyarakat, kita akan tahu bahwa secara kualitatif kita sangat membutuhkan lawyer-lawyer yang berkualitas dan mempunyai dedikasi yang baik kepada profesinya.

Yang menjadi masalah sebenarnya adalah jika Anda ingin berkiprah di bidang tersebut dengan tujuan keliru, seperti ingin menghasilkan uang dengan mudah, jalan pintas untuk masuk bidang politik, atau ingin memanfaatkan banyak orang yang tidak tahu hukum.

Dan jika ingin terjun ke dalamnya mulailah dengan dedikasi pengabdian karena masyarakat makin kompleks maka semakin banyak kebutuhan pengacara yang cukup. Atau dengan kesadaran bahwa hukum dan keadilan (sesuatu yang dibela hukum) akan selalu merupakan profesi yang dihargai & terhormat.  Karena itu, pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan. Dan jika pada akhirnya Anda menjatuhkan pilihan, apakah itu bidang hukum atau penjualan, maka berfokuslah untuk menekuninya dengan pengabdian penuh.(*)