Pengembangan Karir – Cemburu Pada Karyawan Baru

Pengembangan Karir – Cemburu Pada Karyawan Baru

pengembangan karir cemburu pada karyawan baru

Pengasuh yang terhormat. Saya bekerja sebagai staf Marketing di sebuah perusahaan jasa. Selama ini hasil kerja saya selalu diakui dan dipuji memuaskan oleh Manager saya. Tugas-tugas menemui klien penting atau proyek-proyek baru dan follow up order baru banyak dipercayakan kepada saya.  Kondisi ini berubah setelah  masuk  staf marketing baru yang kemudian (menurut saya, bu) lebih diperhatikan dan mendapat tugas-tugas khusus dari bos. Dia mendapat fasilitas lebih cepat dari yang seharusnya diterima dan lebih sering diajak menemui tamu. Saya merasa ini persaingan tidak sehat, jangan-jangan dia menggunakan kecantikannya untuk mengambil simpati dari atasan. Apa yang harus saya lakukan, Bu? Yuli, Surabaya

Jawaban:

Yuli yang sedang cemburu berat (he..he. jangan ditanggapi terlalu serius ya..). Jika selama ini hasil kerja Anda dianggap memuaskan, berarti karena berhasil menunjukkan yang disebut indicator keberhasilan pelaksanaan tugas, seperti untuk Staf Penjualan adalah kelancaran pelaksanaan tugas, tidak ada komplain, klien memberikan order ulang dan deadline penyelesaian proyek tepat jadwal. Berarti memang Anda kompeten untuk tugas tersebut. Jika sekarang Anda “merasa” ada perbedaan perlakuan, maka ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

Alternatif pertama, adanya karyawan baru dalam bagian Anda harus dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat team kerja. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk melatih orang baru agar dapat beradaptasi dengan tuntutan tugas antara lain dengan praktek langsung di lapangan, seperti yang terjadi dengan orang baru tersebut. Jadi wajar-wajar saja jika saat sekarang atasan lebih berfokus ke orang baru tersebut karena ia diharapkan segera dapat siap terjun membantu tugas-tugas Anda.

Kedua, sedang diciptakan kondisi kompetitif yang bertujuan untuk memotivasi Anda untuk lebih baik dari yang sekarang. Coba evaluasi apa yang menjadi kekuatan Anda selama ini dan juga apa kekuatan “rival” Anda. Jika ia punya kelebihan yang tidak Anda punya, jangan takut, cobalah Anda gali dan tunjukkan hal lain yang bisa memperkuat posisi Anda dengan cara positif. Ada banyak contoh dengan diciptakan kondisi demikian, seseorang jadi lebih perform dari sebelumnya. Jadi jangan Anda anggap sebagai ancaman, lihatlah sebagai peluang untuk berkembang.

Ketiga, bisa jadi perusahaan punya planning bisnis yang belum dilaunching dan orang baru tersebut dikader untuk memenuhi tujuan tersebut. Cari informasi tentang hal ini dan siapkan jurus untuk menunjukkan bahwa Anda punya kompetensi yang dibutuhkan untuk rencana tersebut. Penguasaan bisnis yang Anda miliki karena lebih lama bekerja di perusahaan tersebut dapat dijadikan sebagai modal untuk menangkap peluang tersebut. Bersaing di tempat kerja sah-sah saja kok, asal Yuli menggunakan cara yang sehat dan etis.(*)

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , . Bookmark the permalink.