Pengembangan Karir – Dijauhi Teman Kerja

Pengembangan Karir – Dijauhi Teman Kerja

pengembangan karir dijauhi teman

Bu, saya seorang karyawan, orangnya pendiam dan kurang pintar bergaul.  Mungkin sedikit “kuper”. Maklum saya datang dari daerah, meskipun selama kuliah juga tinggal di Surabaya. Selama kuliah saya juga tidak banyak kumpul-kumpul dengan teman lain seyogyanya anak-anak muda kuliahan. Lha wong uang yang dipakai untuk itu tidak ada. Untuk biaya kuliah dan hidup saja sudah pas-pasan. Selain kuliah saya juga nyambi-nyambi bekerja sebagai penjaga wartel dan pernah juga jadi staf Administrasi sebuah Apotik.

Setelah lulus kuliah dengan IPK yang lumayan (di atas 3), saya diterima bekerja di perusahaan yang sekarang ini sebagai Staf Akuntansi. Setelah kurang lebih berjalan 6 ini, saya mendengar beberapa teman ngrasani saya, bahwa saya ini aneh. Saya mengakui saya pendiam, tapi bukan berarti saya tidak mau bergaul dan mungkin mau berniat jahat dengan orang lain. Saya memang beberapa kali menolak ajakan mereka untuk jalan-jalan dan di tempat kerja saya terkenal tidak banyak bicara> Saya memang tidak suka jalan-jalan sejak dulu. Saya merasa lebih baik menabung gaji yang saya dapat, daripada dihabiskan untuk foya=foya, Selain itu saya juga berpikiran kalau tidak ada yang penting untuk dibicarakan, lebih baik diam. Buktinya urusan pekerjaan juga beres.

Menurut Ibu, apakah benar saya ini aneh? Bagaimana agar saya bisa diterima mereka tanpa merubah diri saya apa adanya. Terima kasih banyak Bu.                     Wien, Surabaya

Jawaban:

Sdr. Wien, mungkin Anda sering mendengar bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dimana seseorang berada, tidak akan mungkin bisa dilepaskan dari orang-orang lain yang berada di sekitarnya. Demikian halnya di tempat kerja, fakta telah menunjukkan bahwa dapat tidaknya seseorang diterima oleh lingkungan kerja bukan semata-mata dari hasil pekerjaannya, tetapi juga dibutuhkan satu interaksi dengan rekan kerja, atasan maupun bawahan.

Saya tidak menyalahkan pilihan sikap Anda. Situasi kelihatan jadi sedikit tidak harmonis karena kebetulan teman-teman Anda punya kebiasaan yang berlawanan dengan Anda. Sehingga nampak seperti kutub utara dan kutub selatan, minyak dan air. Anda tidak memahami mereka dan sebaliknya mereka tidak bisa memahami Anda. Ini dapat terjadi karena Anda tidak terlalu mengenal mereka dan kebiasaannya. Sebaliknya juga nampaknya mereka kurang mengenal Anda. Saya sependapat bahwa di tempat kerja tidak semua masalah pribadi perlu dibuka. Namun sebenarnya dengan keterbukaan di antara sesama rekan kerja hubungan jadi harmonis meskipun masing-masing mempunyai karakter yang berbeda.

Dengan pendekatan psikologi, ada satu metode yang biasa digunakan untuk evaluasi diri yang dinamakan Jendela Johari.  Biasanya metode ini digunakan untuk mengetahui karakter/sifat seseorang. Jendela Johari terbagi dalam empat bagian, yaitu: Pertama, area terbuka, yaitu bagian dimana seseorang tahu sifat-sifat yang dimiliki, demikian juga orang lain tahu bahwa dia mempunyai karakter tersebut. Bagian kedua, adalah area tersembunyi, yaitu bagian dimana seseorang sendiri tahu bahwa ia mempunyai karakter tersebut, tetapi orang lain tidak melihat bahwa ia mempunyai karakter tersebut. Selanjutnya bagian ketiga adalah area buta, yaitu bagian dimana seseorang tidak tahu / tidak sadar bahwa ia mempunyai karakter / sifat tersebut, tetapi orang lain melihat bahwa ia mempnyai karakter/sifat demikian. Dan terakhir, adalah bagian dimana baik orang lain maupun orang tersebut tidak tahu bahwa sifat tersebut dimiliki.

Konflik biasanya sering timbul dalam area kedua dan ketiga. Karena ada sifat-sifat yang tidak diketahui oleh orang lain, sehingga menimbulkan salah persepsi bagi yang lainnya. Terutama di area ketiga, dimana seseorang tidak merasa bahwa ia sombong dan menjauhkan diri. Tetapi setelah ditanyakan kepada yang lainnya, kebanyakan orang berpendapat bahwa ia sombong, pilih-pilih teman, dan tidak peduli orang lain. Jika kondisi ini berlangsung terus, bisa dibayangkan orang tersebut akan dijauhi orang lain. Kondisi akan makin sulit jika orang tersebut tidak mencoba menggali dari orang lain apa yang mereka ketahui tentang dirinya.

Sementara dalam area terbuka, karena masing-masing pihak mengetahui karakter orang yang lain, sehingga proses interaksi lebih mudah dan dapat diterima pihak yang lain. Seperti yang Anda alami, teman-teman Anda nampaknya tidak paham mengapa Anda tidak suka kumpul-kumpul. Mereka menganggap Anda memisahkan diri dan sok eksklusif. Sementara Anda merasa dari sononya tidak suka kumpul-kumpul.

Saran saya, tidak ada salahnya Anda menyampaikan hal ini kepada teman yang lain. Mungkin bisa dimulai dengan teman yang paling bisa Anda percaya atau teman dimana Anda merasa dekat dan nyaman bicara dari hati ke luar kota hati. Demikian juga latar belakangnya, sehingga membuat Anda biasa berhemat. Dengan adanya keterbukaan ini saya yakin bahwa teman lain akan memahami dan memaklumi kenapa Anda selama ini nampaknya tidak bisa menyatu dengan mereka. Secara perlahan cobalah untuk menyempitkan area kedua dan ketiga. Jika hal ini makin sering dilakukan, maka secara tidak langsung area pertama akan makin melebar. Komunikasi dan interakasi paling harmonis biasanya akan terjadi jika area pertama/ terbuka makin lebar.

OK, singkatnya, cobalah makin membuka diri dengan teman-teman yang lain. Selain itu juga cobalah mendekati mereka, dari situ mungkin Anda akan mendapatkan persepsi atau pemahaman yang baru tentang kebiasaan teman-teman Anda. Sedikit usaha jika membuahkan hasil yang banyak menguntungkan buat Anda, tidak ada salahnya bukan dilakukan? Salam, dan semoga sukses selalu. (*)

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , . Bookmark the permalink.