Pengembangan Karir – Hobi Berbohong

Pengembangan Karir – Hobi Berbohong

pengembangan karir - berbohong

Bu, saya punya teman kerja yang menurut saya punya hobi berbohong (atau bakat?). Banyak hal yang dia ceritakan seringkali tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Dan perbuatan demikian ini dia lakukan kepada siapa saja. Beberapa teman yang sudah terbiasa mendengar bualannya, biasanya membiarkan saja karena tahu memang demikian wataknya. Ada juga beberapa teman lain yang tega/berani mengolok jika teman satu ini mulai beraksi. Tapi meskipun sudah dibegitukan, dia masih juga belum kapok.

Di kesempatan lain dan kepada orang lain lagi —terutama jika ada orang baru—  ia masih juga selalu berbuat demikian. Yang dia ceritakan bisa mulai hal yang berlebihan sampai hal yang dalam senyatanya tidak terjadi, namun diceritakan seakan-akan terjadi. Biasanya cerita tentang keluarganya dan apa yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saya jadi sangat yakin dia pembohong karena kebetulan saya kenal dengan teman se-SMP dia.Ternyata dari ceritanya yang sudah-sudah, dari teman itu saya jadi tahu kalau kebenarannya hanya sekitar 50% saja, selebihnya cerita karangannya…

Sebenarnya saya merasa kasihan pada dia, karena jadi dijauhi teman-teman lain. Tapi nampaknya kok dia tidak mau berubah. Bu, sebagai teman saya ingin menolong dia. Tapi apa yang saya bisa lakukan kalau dia sendiri tidak mau berubah? Apakah kebiasaan berbohong itu bisa dihentikan? Terima kasih banyak sebelumnya. Cahyani, Surabaya

Jawaban:

Sdri. Cahyani, kita semua tahu bahwa berbohong itu tidak baik, namun dalam sehari-hari nyaris tiada hari tanpa kebohongan di sekitar kita. Kebohongan masih sering dilakukan oleh orang dewasa meskipun tahu bahwa bohong itu salah. Dalam pandangan psikologi, menurut Clyde M Narramore ada bermacam-macam jenis kebohongan.

Jika kita amati, beberapa kebohongan juga dijumpai pada anak-anak, makhluk yang terkenal paling jujur. Ironisnya kebohongan itu disosialisasikan tanpa sadar oleh orang tuanya. Sejak dikenalkan pada dongeng, anak-anak sebenarnya mulai punya fantasi tentang sebuah cerita. Sepanjang anak hanya menceritakan imajinasinya dan bukan membangun dunia fantasinya untuk mendapatkan kesenangan atau kepuasan yang tidak diperoleh dari lingkungan, tidak akan menjadi masalah. Yang berbahaya adalah jika seorang anak seringkali membesar-besarkan sebuah cerita karena ingin mendapatkan perhatian, pujian dan kesan baik.

Dalam kasus yang lain, dengan maksud supaya suatu hal lebih diperhatikan, orangtua kadang memberikan informasi yang tidak benar kepada anak. Anak yang tahu bahwa itu adalah tidak benar, belajar mengimitasi bahwa seseorang tidak harus berkata jujur atau dengan kata lain berbohong itu boleh.

Di sisi lain, dengan maksud tidak ingin menyakiti hari orang lain atau karena sulit mengatakan terus terang, berbohong pun dilakukan. Ada juga yang berdalih kebenaran tak selalu layak diucapkan. Dengan kata lain, berbohong perlu dalam kasus-kasus atau situasi-situasi tertentu.  Meskipun terkadang dengan tujuan positif, namun karena isi pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan keadaan senyatanya, kerapkali seorang anak belajar berbohong dari cara orang tua melakukan yang demikian.

Kebanyakan orang berbohong untuk mempertahankan diri. Menghindari konsekuensi atas tindakannya. Seseorang memilih berbohong agar tidak mendapatkan hukuman, kecaman atau penolakan. Dalam keadaan terpaksa, misalnya karena merasa terganggu oleh permintaan orang lain, seseorang juga seringkali terdorong untuk mengatakan yang tidak sesungguhnya.

Dan yang paling berbahaya adalah bohong patologis. Ini jenis kebohongan yang kronis karena penderitanya terus-menerus melakukan kebohongan meskipun tidak mendapatkan manfaat apapun dari berbohong. Pada anak-anak, bohong patologis biasanya bersumber dari rasa tidak aman dan rendah diri atau konflik emosional pada diri seseorang.

Ada juga kebohongan yang dilakukan untuk menyenangkan atasan. Kebohongan jenis ini dalam bahasa popular lebih dikenal dengan istilah ABS, asal bapak senang. Kebohongan jenis ini juga sangat berbahaya karena membuat para atasan merasa benar, tidak ada masalah. Buntutnya para atasan itu bisa membuat bangkrut perusahaan.

Menurut saya, kebohongan yang dilakukan teman Anda sebenarnya merupakan satu indikasi bahwa dia tidak dapat menerima diri apa adanya. Seseorang yang memiliki konsep diri yang memadai, tidak akan perlu berkata bohong untuk mempertahankan diri,  membuat kesan baik terhadap orang lain atau menunjukkan dirinya cukup berharga.

Beberapa pakar juga mengaitkan perilaku berbohong ini dengan kurang dekatnya hubungan seseorang dengan Tuhan. Secara tradisional pun orang tua mengajarkan anak untuk tidak berbohong karena Tuhan pasti akan tahu. Hubungan yang dekat dengan Tuhan diyakini akan membuat seseorang merasa aman dan terjamin karena Tuhan akan mengabulkan keinginannya jika meminta. Selain dari itu, kedekatan dengan Tuhan akan membuat seseorang lebih pasrah dan dapat menerima kenyataan sehingga tidak perlu lagi berbohong.

Karena itu cobalah melakukan pendekatan terhadap teman Anda. dengan cara yang tepat. Apapun dalihnya, berbohong tetap tidak bijaksana. Berbohong harus dihindari, sebab jika seseorang terbiasa berbohong untuk masalah kecil atau ringan, bila menjadi kebiasaan akan membuat seseorang tidak lagi merasa bersalah ketika melakukan kebohongan besar. Tentu saja untuk membuat penyadaran bukan hal yang gampang. Jika kita sepakat bahwa kebohongan adalah sesuatu yang buruk, maka usaha kita menyadarkan bisa diartikan sebagai membuka aib teman yang suka bohong. Artinya, jika Anda salah langkah, bisa jadi Anda malah bermusuhan dengan teman itu.

Tetapi kita semua tahu, sepandai-pandai tupai melompat pasti jatuh juga. Suatu saat kebohongan teman Anda pasti terbongkar. Mungkin pada saat itulah Anda masuk dengan memberi nasihat. Dalam posisi seperti itu, orang biasanya lebih bisa mendengar. Tetapi jika teman Anda itu memang sudah jago berbohong, Anda sendiri tetap harus hati-hati, jangan-jangan Anda yang mendapat giliran dibohongi. (*)

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , . Bookmark the permalink.