Pengembangan Karir – HRD =  Penampung Masalah

Pengembangan Karir – HRD = Penampung Masalah

Spread the love

pengembangan karir hrd penampung masalah

Bu, posisi saya saat ini sebagai Manager HRD dari perusahaan dengan jumlah karyawan 1000 orang.  Saya dibantu oleh 4 staf yang menangani masalah operasional SDM di seluruh pabrik.

 Sejalan dengan tuntutan perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas SDM yang ada, maka tugas saya sebagai seorang HRD juga semakin berat. Saya menyadari memang tugas di bagian HRD ini sulit-sulit gampang dan selalu berkembang mengikuti persoalan yang ada di dunia luar. Kalau persoalan SDM ini ditanggung bersama-sama oleh seluruh pabrik, saya yakin persoalan yang saya hadapi tidak sekompleks sekarang ini. Persoalan ini menjadi kompleks karena setiap orang diperusahaan ini menyerahkan sepenuhnya seluruh persoalan karyawan di tangan departemen HRD. Mulai dari pelaksanaan performance appraisal yang kesannya hanya untuk formalitas acara HRD, pemberian teguran dan nasihat kepada karyawan seluruh pabrik, dan segala persoalan yang terkait dengan manusia di seluruh pabrik.

Saya sebenarnya sudah membaca bahwa beberapa fungsi HRD di perusahaan menjadi tanggung jawab masing-masing pimpinan di departemen masing-masing. Namun sampai dengan sekarang saya belum bisa meyakinkan mereka bahwa HRD bukan tempat penampungan seluruh masalah SDM. Bu, saya harus bersikap bagaimana agar pekerjaan saya beres tanpa harus berjuang sendirian.                     Lussi, HRD Manager 

Jawaban :

Lussi yang lagi kebingungan. Saya sangat maklum kalau Anda saat ini sangat kerepotan dengan seluruh masalah SDM yang ada. Namun memang tidak mudah membalikkan kondisi yang telah terbiasa menganggap HRD sebagai tempat penyelesaian seluruh permasalahan SDM.

Pertama Anda perlu introspeksi terlebih dahulu  apakah HRD punya andil dalam menciptakan kondisi demikian. Misal, setiap kali ada keluhan dari Marketing Manager bahwa dia terlalu repot untuk mengisi performance appraisal dari departemen Marketing maka Anda secara sukarela membantu sampai ke detil pelaksanaannya. Secara tidak sadar Anda telah menciptakan kondisi dimana Marketing Manager tersebut tidak memiliki kekuatan untuk memberi feedback kepada anak buahnya terkait dengan hasil performance appraisal tersebut. Lebih jauh akhirnya mereka mengandalkan HRD karena anak buahnya lebih percaya pada pihak HRD daripada atasannya sendiri terkait dengan masalah performance appraisal.

Jika kondisi diatas yang terjadi berarti Anda telah menciptakan ketergantungan departemen lain kepada departemen HRD. Untuk itu Anda harus segera mengatasi kondisi yang ada dengan memberikan pengertian bahwa efek negatif dari kondisi yang saat ini lebih besar pengaruhnya bagi departemen mereka sendiri daripada HRD. Pada awalnya mereka pasti akan menolak jika harus mengerjakan beberapa tugas terutama yang berhubungan dengan administratif. Ciptakan sistem pendampingan pada saat mereka mengalami kendala tentang masalah SDM di departemen mereka atau jika diperlukan berikan petunjuk praktis bagaimana mengatasi persoalan SDM yang sederhana. Contoh, jika anak buah  mereka melakukan kesalahan ringan dan atasan mereka berusaha minta Anda sebagai HRD menyelesaikan masalah itu, maka coba beri pengertian bahwa Anda akan mendampingi atasan tersebut untuk menegur atau memberi nasihat/pembinaan kepada karyawan. Jelaskan kepada mereka bahwa dengan teknik tersebut, mereka akan semakin respect kepada atasan mereka karena disitulah power dari atasan akan muncul dan akhirnya disegani oleh bawahannya.

Jika penolakan manajer departemen lain adalah masalah teknis administratif terkait dengan surat teguran, maka buatlah form teguran yang komunikatif kemudian sosialisasikan cara pembuatan teguran tertulis kepada manajer seluruh departemen sehingga mereka dapat melakukan teguran tertulis terhadap pelanggaran ringan dan tidak harus dilakukan oleh HRD. Sekali lagi tindakan ini juga tetap memberikan keuntungan kepada para manajer karena mereka akan memiliki power yang lebih dalam persepsi  bawahan.

Semoga saran diatas bisa membuat kerja Anda lebih lancar dan sekaligus memberdayakan manajer pada porsi yang sebenarnya. Dimana mereka memang selayaknya memiliki tanggung jawab SDM yakni dari 4 M yang menjadi cakupan kerjanya (Man, Machine, Material & Money).

Batu yang keras sekalipun akan rapuh kalau ditetesi air secara terus menerus, demikian pula kalau Anda pantang menyerah untuk mengatasi kondisi yang ada maka pasti Anda akan puas dengan keberhasilan dimasa yang akan datang. Salam.