Pengembangan Karir – Masa Karir Yang Hilang

Share Social

Pengembangan Karir – Masa Karir Yang Hilang

pengembangan karir masa karir yang hilang

Bu, saya terakhir bekerja di perusahaan consumer goods. Saya keluar karena mengikuti istri studi ke luar negeri. Selama di sana saya bekerja apa adanya di beberapa tempat. Sekembali dari sana, saya mencoba untuk mencari kerja lagi. Seperti halnya dua perusahaan sebelum saya pergi ke luar negeri, saya menginginkan bekerja di perusahaan yang mapan. Tetapi kenyataan yang saya dapat tidak demikian. Selama setahun ini saya sudah bekerja di tiga perusahaan, tapi rata-rata hanya sekitar 2-3 bulan. Bukan karena apa-apa, saya melihat prospek perusahaan yang saya masuki kurang baik. Ada lagi juga dimana saya keluar karena saya akan dikontrak. Saya menolak, dan berpikir untuk posisi Senior seperti saya, tidak sewajarnya jika dikontrak.

Selama ini saya juga selalu memasukkan surat lamaran kepada perusahaan-perusahaan. Bahkan saya juga menjadi anggota Bank Data salah satu rekrutmen agen. Beberapa kali saya juga sudah dicalonkan ke klien-kliennya. Tetapi selalu tidak berakhir dengan hasil yang menggembirakan. Sebenarnya apa yang salah dengan diri saya? Menurut Ibu, apa yang harus saya lakukan? Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.                                                                                                      Yudhara, Sidoarjo

Jawaban:

 Sdr. Yudhara, saya ikut prihatin dengan keadaan yang Anda alami. Mengamati kasus yang Anda  hadapi, saya melihat kekurangberhasilan Anda dalam mendapatkan pekerjaan akhir-akhir ini adalah karena Anda kehilangan cukup banyak masa karir sekembalinya dari luar negeri. Dalam merekrut karyawannya, perusahaan mempertimbangkan banyak hal sebelum pada akhirnya diputuskan. Kemampuan dan latar belakang pekerjaan dari calon karyawan bukan jaminan bahwa orang yang direkrut adalah orang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Banyak hal lain yang diperhatikan oleh mereka, antara lain kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan, alasan mengapa seseorang keluar dari pekerjaannya, dan juga hilangnya  masa karir seseorang.

Penjelasan mengenai kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan serta alasan seseorang keluar dari pekerjaannya akan saya bahas kemudian. Dalam kesempatan sekarang saya akan bahas tentang hilangnya masa karir, masalah yang relevan dengan kasus yang Anda hadapi sekarang.

Yang dimaksud disini adalah hilangnya kesempatan mendapatkan peningkatan kualitas pribadi karena orang tersebut (yang biasanya berada pada usia produktif) tidak produktif. Dikatakan tidak produktif karena pada masa tersebut, dimana semestinya seseorang bisa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas pribadi (nilai-nilai, pengetahuan, ketrampilan maupun kemampuan)  tetapi tidak dilakukan atau tidak didapatkan.    Hal tersebut bisa dikarenakan oleh beberapa hal berikut:: terlalu lama tidak bekerja, bekerja tetapi pada pekerjaan yang berbeda-beda dalam waktu singkat, atau bekerja pada satu posisi dalam waktu yang sangat lama.

Mengapa hilangnya masa karir seseorang bisa menghalangi kesempatan seseorang untuk bekerja? Dunia di sekitar kita berubah dengan cepat, dan karena itu menuntut seseorang yang bisa mengikutinya. Periode waktu yang hilang karena seseorang tidak mendapatkan hal yang cukup berarti bagi perkembangan pribadinya akan “menumpulkan” kemampuan seseorang. Bagi seorang yang berada pada usia produktif, kemampuan / kemajuan yang didapatkan akan sangat membantu perkembangan kematangan pribadi, kematangan pola berpikir, kematangan cara bersosialisasi dan juga kematangan profesionalisme dalam bekerja.

Dari sisi perusahaan, para perekrut tidak hanya menilai “tumpulnya” kemampuan seseorang tetapi juga berpengaruh terhadap pola / ritme kerja dari orang tersebut. Orang yang demikian, biasanya juga kurang dinamis, sering menuntut, lebih suka menunggu dan kurang memiliki daya juang. Siapapun pasti akan mempertimbangkan ulang jika mendapati salah satu calon karyawannya adalah  orang yang demikian. Jika masih ada pilihan lain yang lebih baik,  secara otomatis yang demikian pasti akan tersingkir.

Karena itu bisa dibayangkan, jika dalam masa-masa tersebut seseorang kehilangan atau secara tidak sadar menghilangkan kesempatan  itu. Disadari atau tidak ia berada selangkah di belakang orang-orang yang menggunakan kesempatan tersebut. Terkait dengan kasus yang Anda hadapi,  dalam surat lamaran yang Anda buat mungkin tidak dijelaskan apa yang Anda lakukan selama menemani istri studi disana. (apalagi jika Anda menyampaikannya seperti dalam surat diatas: bekerja seadanya). Jika tidak ditulis apa yang Anda  kerjakan, orang akan beranggapan bahwa Anda melakukan pekerjaan serabutan, casual atau sesuatu yang tidak berhubungan dengan kemampuan Anda karena disana hanya sementara. Jika demikian, nilai tambah apa yang akan bermanfaat bagi pekerjaan yang akan Anda  lamar?

Yang kedua adalah gonta-gantinya pekerjaan terakhir selama setahun terakhir. Perusahaan pasti berpikir keras sebelum menerima Anda bekerja, karena dalam waktu singkat pindah kerja dari tiga tempat. Dalam masa tersebut, seseorang bisa dipastikan tidak mendapatkan  sesuatu yang bisa menambah value bagi dirinya. Dalam dunia kerja, masa tiga bulan adalah masa penyesuaian  atau adaptasi seseorang dengan pekerjaannya. Karena itu justru perusahaan berpikir, Andalah yang tidak dapat melewati masa percobaan dengan baik.

Sdr. Yudhara, sebelum masa karir Anda hilang lebih lama yang berarti juga lebih banyak kesempatan untuk lolos dari proses rekrutmen, maka sebaiknya Anda segera menerima satu tawaran pekerjaan dan kemudian tekunilah. Cobalah untuk all out dalam pekerjaan tersebut.  Hilangkan bayang-bayang kejayaan yang pernah Anda alami sebelumnya, karena akan lebih banyak menjadi penghalang keberhasilan dari yang Anda kerjakan sekarang. Lakukan hal-hal kecil secara istimewa, dan Anda akan mendapatkan buahnya! Salam  sukses untuk Anda (*)