Pengembangan Karir – Membakukan Orientasi Karyawan Baru

Pengembangan Karir – Membakukan Orientasi Karyawan Baru

Spread the love

pengembangan karir membakukan sistim orientasi karyawan baru

Ibu Novi, pertama saya ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Saya seorang Chief di bagian General Affair perusahaan cold storage. Beberapa kali saya punya staf baru, tetapi saya selalu kesulitan untuk memberikan pengarahan tentang pengenalan terhadap tugas baru mereka. Di perusahaan saya tidak ada panduan bagaimana hal tersebut harus dilakukan. Jadi saya juga mencontoh cara yang dulu saya terima dari atasan yang dikombinasikan dengan pengamatan saya dari orang – orang selevel saya yang melakukannya kepada bawahannya.

Mungkin Ibu bisa membantu saya mendapatkan bagaimana hal tersebut seharusnya dilakukan. Terima kasih atas jawabannya.                                                     Syamsul, Pasuruan

Jawaban:

Sdr. Syamsul, Selamat berpuasa juga. Dari pengamatan saya, memang banyak perusahaan yang belum membakukan kegiatan orientasi dan evaluasi karyawan baru. Padahal kegiatan ini merupakan kegiatan yang selalu dilakukan setelah merekrut karyawan baru. Justru karena sering dilakukan, dianggap sepele. Anggapan bahwa karyawan baru lah yang harus berusaha menyesuaikan dengan kondisi perusahaan dan tuntutan kerjanya, memang benar. Tetapi seringkali dari pihak perusahaan, atau atasan karyawan baru tidak menyadari bahwa waktu yang disediakan secara intensif untuk memberi pengarahan orang baru sangat berarti bagi kelangsungan pekerjaan mereka.

Coba Anda ingat, ketika dulu sebagai orang baru. Bagaimana perasaan Anda? Perasaan ketidakjelasan tugas, perasaan serba salah, perasaan ketidakpastian akan status karena sewaktu-waktu (selama masa percobaan 3 bulan) bisa dievaluasi tidak sesuai. Dan kondisi demikian bisa berdampak terhadap perasaan diasingkan, terabaikan dan melakukan kesalahan fatal yang tidak perlu. Sehingga akibatnya, memerlukan waktu lebih lama dalam beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan.

Saya salut dengan Anda yang berusaha mencari kejelasan tentang hal ini.   Intinya orientasi atau pengenalan karyawan baru terhadap pekerjaan, lingkungan dan hal-hal yang terkait dengan tugasnya sangat perlu dilakukan, dengan program atau kegiatan dan waktu yang intensif. Karena manfaat yang didapat dari dilaksanakannya program ini akan didapat dari sisi karyawan baru maupun dari  sisi perusahaan.

Dari sisi perusahaan, akan mendapatkan karyawan baru yang siap dididik dan dikembangkan lebih lanjut. Sehingga akan membantu keberhasilan pelaksanaan tanggung jawab tugas karyawan tersebut di masa yang akan datang. Dengan pengenalan menyeluruh terhadap perusahaan, maka dapat menumbuhkan sense of belongingness karyawan terhadap perusahaan sehingga mereka dapat menerima lingkungan perusahaan sebagai bagian dari dirinya dan kemudian bersedia memberikan kontribusi secara optimal. Jika terlaksana dengan baik, maka jumlah turn-over karyawan akan menurun dan dengan demikian akan menghemat biaya rekrutmen. Dampak lain adalah image yang baik bagi perusahaan..

Manfaat bagi karyawan baru adalah, mereka mendapatkan gambaran totalitas ruang lingkup perusahaan. Dengan demikian akan membantu proses adaptasi terhadap tuntutan harapan perusahaan, tugas, tanggung jawab dan lingkungan kerjanya. Adapun pelaksanaan orientasi  dapat dilakukan secara formal maupun non-formal. Secara formal dapat melalui pengarahan klasikal dengan metode ceramah dan tanya jawab. Cara lain adalah dengan membaca buku manual perusahaan. Berikutnya adalah dengan observasi atau keliling lingkungan, yaitu pengamatan secara langsung terhadap lingkungan dan proses kerja agar dapat mengetahui permasalahan nyata yang ada di lapangan.. Beberapa juga melakukan pemutaran film/video tentang lingkungan dan proses kerja.

Secara non-formal dapat melalui pengamatan pribadi, yaitu pengamatan secara langsung oleh staf baru tanpa petunjuk, instruksi, arahan dari pihak perusahaan. Sumber lain adalah informasi informal  dari rekan kerja/bawahan/atasan pada saat jam istirahat atau makan siang. Dan yang lain, informasi dari pihak luar tetapi masih ada hubungan dengan perusahaan, misalnya customer, supplier.

Biasanya program ini dilaksanakan oleh atasan langsung, senior dalam satu bagian, departemen Personalia/HRD ataupun pihak luar seperti Konsultan. Bisa dilakukan secara terpisah atau bertahap secara terpadu. Ada baiknya dibukukan atau dibuat sebagai manual, sehingga setiap orang akan mendapat materi dan kesempatan yang sama. Selain itu juga untuk menghemat waktu, karena tidak perlu dijelaskan satu-persatu.  Karyawan baru bisa membaca hal-hal yang perlu diketahui dari manual tersebut.

Materi yang diberikan secara garis besar mengenai organisasi perusahaan, budaya kerja dan lingkungan fisik. Materi organisasi meliputi: sejarah perusahaan, struktur organisasi, uraian tugas, pimpinan dan key person departemen, program pengembangan bagi karyawan, jalur karir, kewajiban dan larangan, tata-tertib, penilaian prestasi dan jalur komunikasi dalam perusahaan.

Yang terkait dengan budaya kerja antara lain falsafah perusahaan, nilai-nilai kerja, kegiatan intern perusahaan, pola atau etika perilaku dalam perusahaan atau dengan pihak luar. Tentang lingkungan, yang perlu dijelaskan (dan akan lebih memudahkan jika digambar)  adalah tentang lokasi atau bangunan fisik perusahaan, sarana dan prasarana kerja, lokasi ruang kerja dan fasilitas perusahaan (seperti penggunaan telepon, kendaraan dinas).

Semoga penjelasan diatas menjawab apa yang Anda butuhkan. Selamat mempraktekkan dan semoga sukses…!