Pengembangan Karir – Memimpin Dengan Hati

Share Social

Pengembangan Karir – Memimpin Dengan Hati

pengembangan karir memimpin dengan hati

Pengasuh yang terhormat. Akhir tahun ini saya mendapat hadiah, yaitu promosi jabatan. Kinerja saya yang memuaskan sampai dengan triwulan ketiga tahun ini membuat manajemen tidak ragu untuk mempercayakan satu jabatan yang kosong kepada saya. Di satu sisi saya bersyukur namun di sisi lain saya merasa banyak hal yang harus saya tingkatkan. Terus terang,  selama ini dengan jabatan setingkat Supervisor saya hanya punya bawahan 5 orang. Dengan skope seperti itu saya merasa peran saya sebagai kepala tim tidak terlalu berat. Sementara dalam posisi baru ini, saya akan membawahi bagian yang lebih besar, dengan total bawahan sekitar 20 orang dan melingkupi 3 seksi.

Dengan beban kerja seperti itu, saya merasa kepemimpinan saya masih kurang. Dari beberapa buku yang saya baca,  hampir semua mengatakan bahwa gaya memimpin sekarang bukan lagi gaya otoriter atau birokratis, tetapi bagaimana memimpin dengan (kecerdasan) emosi. Saya sendiri belum tahu bagaimana itu bentuk implikasinya. Mohon sharingnya supaya saya dapat mencoba mempersiapkan untuk menerapkannya bagi diri saya. Atas penjabarannya, saya ucapkan terima kasih banyak.                                         Albert, Surabaya

Jawaban:

 Sdr.Albert, selamat atas sukses yang diraih. Anda memang pantas mendapatkan promosi ini, karena saya yakin Anda juga berusaha keras mencapainya. Pendekatan yang menjelaskan kepemimpinan memang muncul banyak versi. Pendekatan yang Anda maksudkan di atas dikemukakan oleh Richard Boyatzis & Annie Mc Kee, yaitu Primal Leadership. Dalam bukunya disebutkan bahwa tugas dasar pemimpin adalah memancing tumbuhnya perasaan positif dalam diri orang-orang yang dipimpinnya. Ini akan terjadi jika pemimpin menciptakan resonance, yaitu sumber sifat-sifat positif yang mampu menggerakkan orang untuk mengeluarkan upaya terbaiknya. Dengan demikian, memimpin harus dilakukan dengan (kecerdasan) emosi/perasaan, bukan dengan otoritas atau yang lainnya.

Menurut mereka, pemimpin seperti di atas harus memiliki kompetensi-kompetensi berikut ini :Pertama, kesadaran diri. Seorang yang memiliki kesadaran diri emosi yang tinggi bisa mendengarkan tanda-tanda dalam diri mereka dan mengenali bagaimana perasaan mereka mempengaruhi diri dan kinerjanya. Kondisi ini akan terjadi jika seseorang tahu keterbatasan dan kekuatannya. Mereka tahu apa yang perlu diperbaiki serta bersedia menerima kritik dan umpan balik yang membangun. Mengetahui kemampuan yang akurat memungkinkan seseorang bermain dengan kekuatannya sehingga timbul rasa percaya diri yang memungkinkan seseorang bersedia menerima tugas sulit dan membuat mereka menonjol dalam kelompok.

Kedua, pengelolaan diri.  Seseorang yang memiliki kendali diri emosi akan menemukan cara-cara yang pas untuk mengelola emosi mereka yang sedang terganggu dan bahkan menyalurkannya dalam cara-cara yang bermanfaat. Pengendalian diri memungkinkan seseorang bersikap transparan, secara terbuka bisa mengakui kesalahannya dan mengkonfrontasikan perilaku yang tidak etis pada orang lain, bukan pura-pura tidak melihatnya. Pengelolaan diri dalam situasi sulit juga memungkinkan seseorang fleksible menyesuaikan diri dengan tantangan baru. Mereka bisa menetapkan  tujuan-tujuan yang terukur tetapi menantang dan mampu memperhitungkan resiko sehingga tujuannya layak dicapai..

Optimisme akan keberhasilan membuat seseorang tahu apa yang diperlukan untuk mengendalikan nasibnya. Sehingga mereka akan menangkap kesempatan atau menciptakannya dan bukan sekedar menunggu. Orang seperti ini akan tidak ragu dalam menerobos halangan atau bahkan menyimpang dari aturan, jika diperlukan untuk menciptakan kemungkinan yang lebih baik di masa depan.

Ketiga, kesadaran sosial. Pemimpin yang mempunyai empati mampu mendengarkan berbagai tanda emosi, membiarkan diri merasakan emosi yang dirasakan, tetapi tidak dikatakan oleh sekelompok orang. Orang yang demikian bisa mendengarkan dengan cermat dan bisa menangkap sudut pandang orang lain. Empati ini memungkinkan seorang pemimpin bisa berelasi baik dengan orang-orang dari berbagai latar belakang atau budaya. Kemampuan ini memungkinkan juga seseorang mendeteksi jaringan kerja yang penting dan relasi-relasi yang krusial. Mereka bisa membaca daya politik yang sedang bekerja di sebuah organisasi dan nilai-nilai yang dipegang anggota-anggotanya. Mereka membuka dan menyediakan diri ketika dibutuhkan sehingga bisa memancing orang lain untuk berkontak langsung dengannya dan menjaga relasi di jalan yang benar.

Keempat, pengelolaan relasi.  Pemimpin yang menginspirasi akan menciptakan resonansi serta menggerakkan orang orang dengan visi bersama. Mereka menawarkan perasaan tujuan di balik tugas sehari-hari sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih menggembirakan. Orang ini bisa menemukan daya tarik yang tepat bagi pendengarnya dan cara mendapatkan persetujuan dari orang-orang penting. Kemampuan mempengaruhi akan memungkinkan seseorang untuk membujuk dan melibatkan orang-orang untuk kepentingannya. Seorang yang menunjukkan minat yang murni pada orang yang dibantu akan dapat memahami tujuan dan kekuatan orang tersebut sehingga dapat pula memberikan umpan balik yang tepat. Ini akan mudah bagi dia untuk membimbing dan mengembangkan orang lain.

Ia juga pandai mengelola konflik karena mampu mengumpulkan semua pihak, mengerti sudut pandang yang berbeda dan kemudian menemukan cita-cita bersama yang dapat disepakati oleh semua orang. Dengan mengangkat konflik ke permukaan, mengakui perasaan dan pandangan dari semua pihak dan kemudian mengarahkan energi ke arah cita-cita bersama. Menarik orang-orang ke dalam komitmen  dan antusias bagi usaha bersama dan membangun semangat serta identitas akan menumbuhkan suasana kebersamaan, sikap bersedia membantu dan kerjasama.

Menjadi pemimpin memang tidak mudah. Namun Anda telah sukses saat memimpin lima bawahan, saya yakin Anda juga akan berhasil memimpin 20 anak buah. Pengalaman dan keberhasilan itu merupakan modal berharga saat mendaki karir lebih tinggi. Semoga bermanfaat bagi Anda dan sukses selalu Selain itu, saya ucapkan selamat menikmati Tahun Baru 2005(*)