Pengembangan Karir – Menghadapi Budaya Kerja Beda

Pengembangan Karir – Menghadapi Budaya Kerja Beda

Share Social

pengembangan karir menghadapi budaya kerja beda

Pengasuh terhormat, Enam bulan yang lalu saya diangkat mejadi Kepala Cabang sebuah perusahaan forwarding. Sebelumnya saya bertugas di Jakarta. Di tempat baru ini, kondisinya banyak hal yang harus dibenahi, antara lain masalah marketing, sistem kontrol dan terutama masalah SDM. Belum lagi masalah budaya kerja, sangat jauh berbeda dengan karakter orang-orang yang saya pimpin sebelumnya. Berkaitan dengan system dan marketing, saya banyak mendapat dukungan dari Kantor Pusat. Bagaimanapun, untuk mengubahnya, saya tetap berhubungan dengan manusianya.

Karena itu hal urjen lain yang perlu saya lakukan adalah melakukan pendekatan terhadap staf-staf saya yang jumlahnya 20 orang. Nampaknya masyarakat di sini (Jawa Timur) sangat butuh hal itu dibandingkan orang Jakarta yang lebih lugas dan simple. Mohon saran Ibu, kira-kira cara apa yang bisa saya lakukan? Terima kasih.                                          Lidyana, Surabaya

Jawaban:

Ibu Lidya, selamat atas promosinya! Promosi memang selalu disertai dengan tantangan tugas dan hal-hal baru. Dan nampaknya tantangan terberat yang dihadapi  saat sekarang adalah masalah sumber daya manusia. Memang benar jika Anda mengatakan karakter masyarakat Jawa Timur khususnya agak berbeda dengan masyarakat Jakarta. Ini tidak lepas dari budaya masyarakat yang masih semi metropolis. Namun jangan salah, terkait masalah pendekatan, setiap diri individu, berasal dari mana pun pasti membutuhkannya.

Jika Anda ingin mengubah seseorang, cara termudah adalah dengan memberikan teladan atau contoh. Dengan demikian mereka tidak merasa tertekan atau terpaksa melakukannya.  Prinsip perubahan mengatakan bahwa perubahan yang berhasil sebenarnya adalah dimana perubahan itu sendiri tidak dirasakan pelakunya. Tapi mereka kemudian mendapati ada perbedaan hasil atau manfaat dengan cara baru yang sekarang mereka lakukan. Memang tidak mudah melakukannya, apalagi sampai mendapatkan hasilnya.

Dalam lingkungan baru, yang diperlukan adalah kesediaan untuk membaca situasi, menganalisa dan kemudian mengambil tindakan yang sesuai.  Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan orang-orang lama yang ada untuk membantu. Meminjam istilah Richard Carlson, PhD: nyalakan lilin ketimbang meraba dalam gelap.

Mereka adalah orang-orang yang sudah sangat mengenal medan, lika-liku kantor cabang Surabaya, juga karakter masing-masing klien. Libatkan mereka dengan kepercayaan penuh, sementara Anda mendukung dan memantau rencana langkah  perbaikannya. Manfaat ganda yang dapat diperoleh, Anda lebih leluasa mengantisipasi kesulitan yang muncul dan siap dengan alternatif pemecahan atau mengambil alih hanya jika langkah pertama tersebut gagal.

Prinsip selanjutnya yang sangat membantu sebagai orang baru, tanpa mengurangi kewibawaan untuk melakukan pembenahan adalah : seseorang akan dapat menangkap banyak lalat dengan madu. Maksudnya, dengan mengembangkan sikap manis dan empati, akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan daripada melakukannya secara frontal dan agresif. Selanjutnya jangan lupa berbuat baik  terhadap orang yang telah banyak membantu Anda.

Beberapa hal berikut, saya harapkan dapat membantu Anda untuk memberikan sentuhan dalam melakukan pendekatan kepada mereka.

Daftarlah hari ulang tahun seluruh staf, siapkan bentuk ucapan standar yang siap diberi modifikasi sesuai dengan ciri khas masing-masing orang. Berikan pada hari ulang tahun mereka. Buat surprise, putarkan lagu Happy Birthday ketika datang pagi dan berikan kado kecil, seperti dasi, bros, stationery atau buku.

Berikan ucapan penghargaan ketika salah seorang dari mereka atau tim, sukses menyelesaikan proyek baru, memenuhi deadline pembenahan yang Anda lakukan atau mereka mendapatkan tender/klien baru.  Kepada masing-masing orang, kirimkan SMS atau kartu ucapan. Kemudian untuk memotivasi yang lain, sampaikan keberhasilan ini di depan seluruh staf. Dengan demikian mereka akan merasa bahwa Anda memperhatikan perkembangan usaha yang mereka lakukan. Dengan demikian, harapan selanjutnya adalah kepercayaan dan dukungan terhadap program yang Anda lakukan.

Selesai jam kerja, Anda bisa minta waktu dari beberapa orang yang Anda anggap sulit, kemudian ajaklah bicara dari hati ke hati. Lakukan pendekatan untuk lebih mengenal mereka secara pribadi dan keluarganya. Biasanya dari sana akan tergali alasan  mengapa bersikap demikian. Justru dengan pendekatan demikian, biasanya mereka akan lebih terbuka dan tahu siapa Anda, dan semoga bisa berbalik menjadi pendukung upaya perbaikan yang Anda lakukan. Semoga berhasil menjalankan  misi pembenahan dan salam sukses untuk Anda…