Pengembangan Karir – Sering Pindah Kerja

Spread the love

pengembangan karir si kutu loncat (2)Pengasuh yang terhormat. Bu, saya sekarang berusia 30 tahun dan telah bekerja selama 6 tahun. Selama masa kerja itu, saya sudah pindah kerja sebanyak empat kali. Jadi rata-rata tiap 1.5 tahun sekali saya pindah kerja. Alasan kepindahan kerja itu kebanyakan adalah untuk mendapatkan karir yang lebih baik. Menurut saya, itu juga adalah hal yang wajar karena kebanyakan orang-orang yang pindah kerja adalah dengan alasan demikian. Dari pengalaman pindah kerja berkali-kali tersebut, hasil yang saya nikmati adalah cepat berlipatnya gaji yang saya terima.

Sebulan yang lalu, saya bertemu dengan teman kuliah. Waktu cerita tentang pekerjaan, saya kaget sekali. Ee, lha kok dari lulus kulian dulu sampai sekarang dia masih bekerja di tempat yang sama. Waduh… waduh… dia kok sangat loyal seperti Pegawai Negeri. Sementara saya sudah melanglang buana kemana=mana (banyak perusahaan maksudnya), dia begitu cintanya dengan perusahaan tersebut. Ternyata yang kaget bukan hanya saya, dia juga. Dia heran kenapa saya bisa pindah sampai banyak tempat, dan mengatakan saya (sambil guyon, sih…) si kutu loncat, dan bukan tipe orang yang loyal.

Menurut Ibu, apakah orang yang pindah kerja terlalu sering memang karena tidak loyal? Padahal yang selama ini saya lakukan, dalam setiap pekerjaan saya selalu berusaha yang terbaik. Dan jika kesempatan yang lebih baik datang, apakah salah jika saya mengambilnya? Sebagai informasi, saya pernah bekerja di bagian Sales, Pembelian dan Export Import. Terima kasih pendapatnya.                                  Widijatmoko, Surabaya

Jawaban:

Sdr. Widijatmoko,  motivasi seseorang dalam bekerja sangat bervariasi. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa salah tujuan utama bekerja adalah untuk mendapatkan penghasilan yang baik, fakta menunjukkan bahwa ternyata gaji besar bukan segala-galanya. Beberapa orang menikmati bekerja karena lingkungan kerja mendukung dan menyenangkan, beberapa yang lain cinta dengan pekerjaannya karena sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, Sebagian menyukai karena adanya tantangan dalam pekerjaan tersebut dan beberapa yang lain berusaha bertahan karena gaji yang menggiurkan meskipun tidak terlalu menikmatinya.

Terlepas dari motivasi tersebut, yang paling penting dalam bekerja adalah bagaimana seseorang memberikan dedikasi / profesionalitasnya, bukan sekedar mengerjakan tugas. Istilah kutu loncat memang tidak menyenangkan, karena mengesankan seorang yang kerja berpindah-pindah dan karenanya tidak loyal. Tetapi yang perlu digaris bawahi sebenarnya adalah apakah dalam periode masa kerjanya di satu perusahaan selalu ada hal baru / prestasi yang dihasilkannya atau pekerjaan yang selesai dengan hasil memuaskan. Jadi jika ia pindah kerja karena ingin mendapatkan tantangan yang lebih besar dan bukan karena ia gagal dalam memenuhi yang disyaratkan, ia sebenarnya lebih tepat dikatakan seorang yang professional. Kutu loncat lebih tepat digunakan untuk kelompok orang-orang yang berkali-kali pindah kerja tetapi karena gagal memenuhi tuntutan pekerjaan tertentu. Apalagi jika kemudian ia menyalahkan situasi / lingkungan sebagai penyebab kegagalannya.

Menjawab keheranan Anda di atas terkait dengan loyalitas teman kerja Anda yang cinta mati pekerjaannya, begini penjelasannya. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Pasti ada alasan tertentu mengapa ia bersedia bertahan.di perusahaan tersebut. Yang pasti tidak akan mungkin seseorang loyal pada perusahaan jika tidak ada jaminan lingkungan, tantangan atau kenikmatan bekerja atau jaminan yang lain (sosial, kesehatan dan masa depan) yang memadai.   Sebaliknya mustahil juga  seseorang akan kabur begitu saja jika semua yang berkaitan dengan hal diatas didapatkan di perusahaan tempat ia bekerja.

Kembali menguraikan pertanyaan di atas, yang perlu dijawab sebenarnya adalah motivasi mengapa orang pindah kerja dan sebenarnya apa yang jadi ukuran bagi orang tersebut dalam bekerja. Jadi jika ada seorang yang bergerak lamban, tidak pernah menepati dead line tugas dan kebetulan tidak punya keinginan mencari kerja di tempat lain karena khawatir tidak  bisa melakukan korupsi, orang yang demikian tidak bisa dikatakan loyal pada perusahaan. Ia bersedia bertahan hanya karena mempertahankan posisi “aman” bagi dirinya, bukan karena ada suatu hal yang ingin dicapai terkait dengan sumbangan yang bisa diberikannya kepada perusahaan.

 Pengertian loyalitas juga tidak selalu diperuntukkan kepada perusahaan, tetapi pada profesi. Karena itu agar tidak disebut kutu loncat, ketika pindah kerja  pertimbangkan untuk tidak asal comot pekerjaan yang semata-mata menggiurkan. Sejak awal Anda mesti punya pilihan, bidang atau karir apa yang akan Anda jalani. Dengan demikian, ada kaitan atau relevansi antara pekerjaan yang sebelumnya dengan yang ditekuni kemudian sehingga bidang karir akan makin kompleks. Atau Anda dapat juga memilih satu bidang, asalkan karir tersebut makin lama makin spesifik sehingga Anda makin ekspert dalam satu bidang tertentu.

Menyimak paparan Anda di atas, bidang kerja yang Anda jalani selama ini masih dalam satu “rumpun kerja”., yaitu bergerak di sekitar masalah manajemen bisnis. Jangan terlalu meloncat ke bidang lain yang berbeda dari  yang sudah ditekuni sekarang. Anda tinggal mengasah ketrampilan manajerial dan handling business   agar dapat menguasai masalah operasional. Jadi tidak perlu terlalu risau dengan sebutan tidak loyal, karena Anda sendiri yang lebih tahu apakah Anda sudah melakukan pekerjaan sekarang secara professional atau belum. Salam sukses untuk Anda.(*)