Pengembangan Karir – Sikap Negatif Atasan Baru

Pengembangan Karir – Sikap Negatif Atasan Baru

pengembangan karir Sikap Negatif Atasan Baru

Bu, saya karyawan baru sebagai Staf Akuntansi sebuah perusahaan industri di Jombang. Saya punya atasan, Manager Akuntansi & Keuangan,  yang bertugas membantu saya mengenalkan tugas-tugas baru. Pada waktu sebulan pertama sebagai karyawan baru, dia mengajarkan saya tentang banyak hal antara lain hal-hal teknis pekerjaan. Selain itu juga mengenalkan perusahaan, seperti aktifitas bisnis perusahaan dan beberapa hal tentang visi-misi perusahaan.

Tapi ada yang mengganjal perasaan saya, dalam beberapa kali penjelasannya ia seringkali juga menyampaikan beberapa keluhan terhadap manajemen. Padahal, menurut saya, ia cukup lama bekerja di perusahaan ini (kurang lebih lima tahun) dan dalam posisi cukup senior. Tapi kenapa dia melakukannya, apalagi kepada karyawan baru seperti saya? Setelah itu saya mencari tahu dan ternyata ia memang sudah pamitan mau keluar dari perusahaan. Tapi masih menunggu proses serah terima jabatan dan melatih karyawan – karyawan baru seperti saya.

Yang saya rasakan — bukan karena saya sentimen — yang dia lakukan seperti menebarkan racun kepada orang – orang di sekitar tim kerjanya. Sebagai orang baru, saya mendapatkan kesan – kesan negatif yang disampaikan orang yang seharusnya jadi panutan saya. Saya sendiri juga serba salah atau tepatnya bingung. Mau mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap atasan tersebut, takut nantinya dicap “orang baru sok jago”. Saya merasa tidak nyaman tapi harus bagaimana, Bu ? Mohon dibantu, terimakasih. Yasinta, Jombang

Jawaban :

Yasinta, saya bisa merasakan kebingungan Anda. Sebagai karyawan baru yang masih belum punya gambaran tentang pekerjaan baru dan lingkungan kerjanya, lumrah jika mengalami kebingungan karena lingkungan (dalam hal ini atasan) justru tidak membantu Anda untuk segera dapat menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan.

Kondisi demikian memang jarang terjadi, dimana atasan yang seharusnya memberikan bantuan agar karyawan baru segera dapat beradaptasi sedang dalam kondisi “setengah hati” karena yang bersangkutan mau keluar dan punya kesan negatif (meskipun tidak seluruhnya) serta tidak puas terhadap manajemen. Jika pihak manajemen mengetahui hal ini, sebaiknya segera menarik tugas atasan tersebut untuk memberikan orientasi kepada karyawan baru. Karena jika dilanjutkan, lebih banyak dampak negatif yang akan terjadi dari dampak positifnya.

Yang penting dan saya salut, Anda menyadari kejanggalan tersebut, meskipun sulit untuk menentukan sikap. Karena dengan demikian, Anda tidak sekedar larut dalam arus yang menyesatkan. Kunci utamanya, Anda harus paham bahwa tidak ada seorang pun yang bisa terpuaskan 100 %. Sebaik apapun manajemen perusahaan,  tidak semuanya bisa memuaskan semua karyawannya dan dalam masing – masing manajemen perusahaan selalu ada plus dan minusnya. Jadi jika atasan tersebut tidak puas, adalah sesuatu yang wajar.

Ingat, sebagai orang baru fokus Anda adalah sesegera mungkin beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Waktu Anda juga tidak banyak, karena biasanya dalam waktu tiga bulan pertama perusahaan akan memantau perkembangan adaptasi Anda. Jika dari penilaian selama tiga bulan tersebut kemudian Anda dinyatakan gugur, Anda sudah kehilangan dua kesempatan. Kesempatan pertama adalah menunjukkan bahwa Anda mendapatkan tempat / kesempatan kerja yang lebih baik dari pekerjaan Anda terdahulu.. Kesempatan kedua adalah menunjukkan bahwa Anda mampu beradaptasi di pekerjaan baru tersebut.

Dimanapun Anda bekerja, harus bisa menunjukkan bahwa Anda bermanfaat bagi orang lain. Yang dimaksud disini adalah apa yang Anda lakukan dapat diterima orang lain. Sepintar apapun orang, jika apa yang dilakukan tidak mendatangkan hasil atau diterima oleh atasan / rekan kerja / departemen / perusahaan, maka dia tidak berarti apa – apa. Untuk mendapatkan penerimaan, Anda tidak harus selalu bergantung pada atasan, jika apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan nilai – nilai yang berlaku.

Dalam suatu lingkungan kerja rumus 70 : 20 : 10 biasanya berlaku. Penjelasannya demikian: 70% bawahan akan berperilaku positif jika atasan memberikan contoh positif. 20 % bawahan akan berperilaku positif meskipun atasan berperilaku negatif dan 10% bawahan berperilaku negatif meskipun atasan memberikan contoh perilaku positif. Dari uraian tersebut, saya berharap Anda termasuk golongan 20 tersebut. Karena orang – orang yang termasuk dalam golongan tersebut adalah orang – orang yang sadar bahwa ia bekerja untuk kemajuan dirinya. Karena itu, ia tidak peduli meskipun sehari – harinya melihat atasan memberikan contoh positif bagi kemajuan pekerjaan / perusahaan.

Jika Anda telah tahu latar belakang atasan tersebut, Anda tidak perlu menggantungkan dia sebagai satu-satunya referensi untuk mengenal perusahaan. Anda bisa minta penjelasan dari rekan kerja atau manual-manual yang mungkin ada di perusahaan. Departemen HRD atau Personalia juga bisa menjadi sumber informasi yang akurat tentang perusahaan. Banyak jalan menuju ke Roma, karena itu gabungkan cara-cara lain yang dapat mendukung tujuan Anda.  Semoga berhasil melewati masa percobaan dengan baik. Dan akhirnya, selamat berkarir!

This entry was posted in Pengembangan Karir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.