Pengembangan Karir – Walk-in Interview

Spread the love

Pengembangan Karir – Walk-in Interview

pengembangan karir Walk in Interview

Bu, saya bekerja di bagian Personalia. Salah satu tugas rutin di departemen saya adalah melakukan rekrutmen karyawan baru. Selama ini cara yang kami lakukan adalah  dengan wawancara, dan untuk beberapa posisi staf dengan psikotes juga. Selama ini cukup efektif juga. Tapi di sisi lain, saya sering melihat iklan lowongan di koran tentang walk-in interview. Terus terang saja. saya ingin mempertimbangkan metode ini dalam proses seleksi sistem perusahaan kami. Tetapi saya masih banyak keraguan tentang efektifitas cara ini.

Saya berusaha mencari panduan tentang pelaksanaannya, tetapi juga belum pernah mendapatkannya. Karena itu saya mengajukan permasalahan ini kepada Ibu. Mohon bisa dijelaskan lebih detil, Bu. Sehingga memudahkan bagi saya untuk mengusulkan cara ini kepada atasan saya. Sebelum dan sesudahnya, saya ucapkan terima kasih banyak atas penjelasannya. Salam.                                                                   Rosana, Gresik

Jawaban :

Walk-in interview adalah proses wawancara seleksi calon pelamar dimana para pelamar datang langsung. Karena pelamar baru datang saat itu juga, maka biasanya mereka diminta untuk membawa berkas lamaran dan CV lengkap saat itu untuk diserahkan kepada pewawancara. Dalam proses ini, sama dengan tujuan wawancara seleksi yang biasa dilakukan — pihak penyeleksi dan pelamar juga melakukan proses penjajagan kesesuaian masing-masing.

Pihak penyeleksi menjajagi kesesuaian kualifikasi pelamar dengan kualifikasi jabatan yang dicari. Pelamar menjajagi kesesuian kemampuan yang dimiliki dengan jabatan yang ditawarkan. Hanya saja sifatnya lebih dangkal, belum mendalam. Dalam proses ini biasanya pihak perusahaan hanya mencari kompetensi utama yang dibutuhkan dalam jabatan yang dicari. Sedangkan untuk kompetensi tambahan / pendukung yang lain, bisa dilakukan dengan wawancara lagi yang lebih mendalam atau dengan psikotes, dll.

Mengapa dilakukan? Beberapa pertimbangan dilakukannya proses ini adalah prinsip dalam proses seleksi: bahwa corong paling awal dalam serangkaian tahapan seleksi haruslah proses yang paling mudah dan murah. Dengan walk-in interview, pihak perusahaan tidak perlu mengeluarkan energi atau biaya untuk melakukan proses seleksi administrative terhadap surat lamaran,   membuka lamaran, dan kemudian melakukan pemanggilan terhadap mereka.

Dengan proses ini juga biasanya serangkaian proses seleksi selesai lebih cepat. Karena dengan sekali iklan, untuk dua kali gelombang wawancara, proses awal seleksi sudah bisa selesai. Tetapi memang butuh konsentrasi ekstra dan tenaga lebih banyak untuk bisa menyelenggarakan dengan baik. Bagaimana tidak, karena ratusan pelamar datang langsung secara serentak di suatu lokasi. Persiapan yang matang perlu dilakukan, karena proses ini perlu kerjasama tim yang baik.

Terkait dengan hal di atas, maka walk-in interview lebih sesuai untuk posisi atau jabatan yang memerlukan kompetensi yang mudah dideteksi dari luar seperti penampilan fisik atau kemampuan verbal, seperti resepsionis, account officer, account executive, SPG, pramugari. Yang lain adalah posisi front-liner, di luar negeri kita juga bisa menjumpai walk-in interview untuk kelompok profesi yang bersertifikat seperti perawat. Dan yang pasti bukan posisi manajerial. Karena mereka yang sudah menduduki posisi tersebut sangat menginginkan privacy dan kalaupun ingin pindah kerja tidak ingin diketahui oleh orang banyak, karena terkait dengan reputasi. Selain itu juga walk-in interview tidak disarankan untuk menyeleksi posisi yang memerlukan uji ketrampilan khusus. Karena akan makan waktu lama dan butuh sarana yang banyak.

Tempat pelaksanaan yang biasa dipilih adalah tempat yang punya daya tampung luas, seperti aula kampus atau gedung pertemuan. Karena mengharapkan respon yang cukup banyak, biasanya juga dipilih tempat yang representatif dan mudah dijangkau. Di perusahaan sendiri juga dapat dilakukan, asalkan memenuhi syarat di atas. Terutama pertimbangan daya tampung, untuk mengantisipasi pelamar yang membludak.

Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut. Karena digunakan sebagai seleksi awal, maka proses ini harus praktis dan mudah. Tetapkan kualifikasi awal kompetensi apa saja yang akan diseleksi. Misalnya penampilan, latar belakang kemampuan khusus atau pengalaman kerja dan kemampuan bahasa tertentu. Dengan demikian, dapat secara cepat menjaring pelamar sesuai dengan kualifikasi awal.

Pengumuman hasil wawancara dapat dilakukan dengan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Calon – calon yang tidak dihubungi oleh perusahaan dalam waktu 3 hari dari tanggal tes dianggap belum memenuhi kualifikasi awal yang dibutuhkan perusahaan. Karena itu pastikan mereka memberikan alamat dan nomor telepon yang mudah dihubungi. Sedangkan untuk pelamar yang lolos seleksi, pihak perusahaan bisa menghubungi mereka lebih cepat dari batas waktu tersebut untuk mengikuti proses berikutnya. Dengan demikian juga menghemat biaya pemanggilan, dimana hanya dilakukan kepada calon-calon potensial.

 Terkait dengan sarana, siapkan beberapa meja penyeleksi agar pelamar tidak lama menunggu dan terkesan berjubel. Upayakan tetap tercipta kesan tertib dan lancar. Pelamar yang kecapekan karena datang dari luar kota serta bergerombol di suatu lokasi bisa memicu situasi yang tidak diinginkan seperti membuat keributan.

Untuk membantu pelamar mengetahui gambaran tugas jabatan yang dilamar serta deskripsi perusahaan, dapat dilakukan presentasi tentang company profile serta jabatan yang ditawarkan. Atau dapat juga diganti dengan beberapa poster atau slide tentang hal yang sama di ruangan yang digunakan untuk menunggu wawancara. Dengan demikian, pewawancara tidak menjelaskan hal tersebut satu persatu, yang bisa membuat proses jadi lebih lama. Rosana, semoga penjelasan saya cukup memberikan gambaran bagi Anda. Selamat mengajukan usulan!