Pengembangan Karir – Wawancara Kerja

Share Social

Pengembangan Karir – Wawancara Kerja

pengembangan karir wawancara kerja

Pengasuh yang baik. Saya bekerja sebagai Supervisor suatu bagian. Posisi ini sudah saya duduki selama 6 bulan berjalan. Dalam tugas saya sekarang, ada tugas baru dimana saya harus banyak belajar, yaitu melakukan wawancara untuk penerimaan staf di bagian saya. Policy di perusahaan saya dalam hal perekrutan, user atau atasan langsung harus melakukan wawancara dengan calon karyawan sebelum akhirnya dilakukan proses akhir oleh Bagian Personalia.

Saya pernah melakukannya sebanyak  tiga kali, tetapi sebanyak itu pula saya merasa gagal melakukannya. Jika biasanya yang grogi adalah calon yang diwawancara, justru saya sendiri yang demam panggung. Mungkin karena belum terbiasa dan karenanya saya harus banyak berlatih. Tapi dalam waktu dekat, minggu depan, saya harus melakukan wawancara lagi untuk orang-orang yang akan menjadi bawahan saya. Bu, mohon tips atau trik agar saya bisa melakukan wawancara dengan baik. Terima kasih atas jawabannya. Johansyah, Gresik

Jawaban:

Sdr. Johan, fungsi dan tanggung jawab Supervisor ke atas untuk memilih calon karyawannya memang tidak bisa dipisahkan dengan fungsi untuk mengelola kelompok kerjanya. Oleh karenanya tiap pimpinan harus dibekali dengan pengetahuan dasar untuk memilih calon karyawan yang tepat sehingga tidak kesulitan untuk mendidik pada saat karyawan telah masuk kerja.

Perlu diingat bahwa tujuan melakukan wawancara kerja adalah pihak perusahaan (dalam hal ini diwakili oleh Anda) mendapat informasi yang tepat mengenai calon karyawan, sedangkan dari pihak pelamar adalah mendapatkan gambaran yang jelas tentang jabatan yang hendak dilamar serta gambaran umum tentang perusahaan. Jika Anda tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka kesan awal pelamar terhadap perusahaan akan jatuh. Hal ini akan sangat merugikan jika hal itu terjadi pada kandidat yang potensial yang seharusnya bisa bergabung dengan perusahaan.

Secara garis besar, pelaksanaan wawancara kerja dibagi dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan penilaian hasil. Pada tahap persiapan, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

*          Pelajari tugas dan tanggung jawab (job discription) dari posisi yang sedang dicari. Ini untuk membantu Anda mengidentifikasi kompetensi / factor / aspek penting apa yang dituntut dari posisi tersebut. Sehingga pertanyaan yang akan Anda kemukakan sudah spesifik dan Anda tidak banyak membuang waktu bertanya hal-hal diluar tujuan tersebut.

*          Pelajari data pelamar secara detil, baik mengenai sekolah, latar belakang keluarga, latar belakang pekerjaan, dll. Beri tanda pada data-data yang “unik” sehingga bisa dijadikan bahan pertanyaan terkait dengan riwayat pelamar. Tanyakan hal-hal tersebut untuk membantu Anda mendapatkan hal-hal tertentu yang dianggap janggal.

*          Pastikan semua hal-hal diatas sudah siap sebelum wawancara dimulai. Luangkan waktu untuk mempersiapkan dan mempelajari dulu sebelum wawancara dilakukan. Apalagi Anda merasa belum trampil melakukannya. Dengan demikian Anda akan lebih merasa siap secara mental.

*          Siapkan penampilan Anda dengan cermat, karena hal ini merupakan modal awal yang bisa memberikan kesan khusus dan kepercayaan diri. Penampilan yang sedikit formal akan membuat orang lebih menghargai Anda. Perhatikan juga kebersihan anggota badan, seperti tangan, kuku.

*          Pastikan ruangan wawancara yang digunakan memberikan privacy dan kenyamanan bagi kedua belah pihak. Jika perlu pilih kursi yang agak tinggi sehingga posisi duduk Anda lebih dominan. Pastikan tempat duduk Anda tidak menghadap AC atau terkena cahaya matahari.  Jika Anda duduk dengan nyaman, maka Anda akan lebih mantap dalam bertanya dan menggali hal-hal yang diperlukan.

*          Mintalah didampingi dengan orang yang berpengalaman atau bagian Personalia jika Anda belum yakin bisa melakukan wawancara sendiri. Dengan demikian, akan ada pihak lain yang dapat membantu Anda melengkapi informasi-informasi yang dibutuhkan. Selain itu, mintalah umpan balik pelaksanaan wawancara yang Anda lakukan.

Sedangkan pada tahap pelaksanaan  coba perhatikan beberapa hal berikut:

*          Lakukanlah penerimaan dengan bersalaman dan mempersilahkan duduk. Dari jabat tangan yang diberikan dan reaksi pertemuan pertama ini, Anda akan lebih bisa mempersiapkan mental untuk tahapan selanjutnya.

*          Mulailah menanyakan hal-hal ringan agar pelamar bisa bersikap lebih terbuka dulu sehingga pada akhirnya mereka tidak keberatan untuk menjawab masalah yang lebih serius. Sapaan seperti “Sulit nggak cari alamat perusahaan ini?”, “Naik apa tadi?” . Baru mulai dengan pertanyaan tentang dirinya. Fokuskan pertanyaan sesuai dengan kompetensi dan hal-hal penting yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

*          Mintalah kepada pelamar untuk menceritakan salah satu contoh dari kegiatan / pengalaman yang Anda anggap penting untuk keberhasilan tugas di perusahaan Anda. Berikan keberanian jika mereka kesulitan untuk menceritakan. Jadilah pendengar yang baik selama proses ini.

*          Jangan berikan pertanyaan yang “mengarahkan” dimana pelamar hanya memberikan jawaban ‘ya atau tidak’, atau mengkritik pelamar secara langsung karena dapat menyebabkan pelamar tidak percaya dan malas melanjutkan wawancara. Sebaliknya jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas bagi Anda. Jika perlu gunakan pengulangan atau penekanan pada hal-hal penting tersebut.

*          Ceritakan secara singkat tentang perusahaan serta tugas dan tanggung jawab dari posisi yang akan dilamar. Beri kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas baginya. Beritahukan tahapan proses seleksi berikutnya, seperti tes psikologi, tes kesehatan atau waktu penetapan hasil wawancara. Dan akhirilah dengan mengucapkan terimakasih atas kedatangannya.

Dan pada tahap penilaian, jika Anda wawancara bersama dengan tim, maka diskusikan hasilnya segera setelah wawancara sehingga tidak lupa. Kumpulkan hasil wawancara dari beberapa pelamar dan buatlah rangking sehingga bisa meminimalkan subyektifitas keputusan yang akan dibuat. Dengan melakukan persiapan yang baik serta melaksanakan proses secara benar, semoga hasil akhir yang Anda dapat bisa lebih baik dari sebelumnya. Selamat mencoba dan salam sukses.(*)